Selasa, 18 November 2014

Istri pada suami :)

Kalian sudah pasti faham, kalau suami itu pada awalnya adalah orang lain, tetapi setelah sempurnanya ijab qobul, di baiat dengan syahadat dan di saksikan oleh para saksi, kemudian ke dua belah pihak menjadi “khuququzzaujiah”. Yang awalnya haram menjadi halal, dari seluruh badan dan madu dari suami ataupun istri semuanya menjadi halal. Begitu juga yang tadinya tidak ada hukumnya menjadi ada hukumnya…
Setengah dari khitmah istri terhadap suami yang harus di ketahui oleh istri adalah ;
1). Menghadapi permasalahan apapun lebih baik di musyawarahkan bersama antara suami dan istri.
~Permasalahan sekecil apapun jangan di diamkan (disepelekan) tanpa ada sebuah penyelesaian, biasakanlah untuk memusyawarahkannya dan mencari jalan keluar dengan baik antara suami istri agar tercipta keluarga yang rukun dan harmonis.
2). Ketika seorang istri mau pergi keluar rumah harus meminta ijin terlebih dahulu. Ketika keluar juga harus seperlunya.
~Umumnya perempuan itu suka menyepelekan ketika suami sedang tidak ada dirumah kemudian bepergian kesana kemari sedang tetangga-tetangganya tau bahwa suaminya sedang bepergian dari itu di khawatirkan akan mengakibatkan berita-berita yang tidak enak (berita buruk yang mencemarkan nama baiknya dan suaminya). Maka dari itu seorang suami ketika sedang bepergianpun harus selalu mengawasi istrinya (memberi perhatian/menanyakan kabar ) terlebih dalam urusan ibadahnya istri.
3). Di saat suami sedang bepergian, harus menjaga dunia dan jiwanya dari bermacam-macam resiko
~Ada sebuah kisah:  ada seorang istri sedang di tinggal bepergian oleh suaminya. Tiba-tiba Ayah kandungnya jatuh sakit, istri tersebut di jemput oleh salah seorang familynya untuk menjenguk ayahnya yang sedang sakit, namun si istri tidak berani meninggalkan rumah dan pergi menjenguk Ayahnya. Kemudian terpaksa menyuruh orang untuk menemui (soan) kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW dengan maksud untuk menanyakan hal tersebut, Boleh atau tidak keluar dari rumah dengan maksud untuk menjenguk Ayahnya yang sedang sakit, namun suaminya sedang tidak ada di rumah dan jawabnya tidak di perbolehkan. Ke esokkan harinya kembali menanyakan hal tersebut kepada Nabi sebab Ayahnya sekarang dalam keadaan kritis dengan menyuruh orang untuk menanyakannya. Namun jawaban Kanjeng Nabi tetap tidak mengizinkan dan begitu seterusnya sampai Ayahnya meninggal dunia. Sampai hendak melayatpun tidak bisa, harus menunggu suaminya sampai kembali dari bepergian terlebih dahulu. Sampai jenazah Ayahnya di kubur si istri tidak bisa melihatnya. Saat suaminya telah pulang kemudian si istri di panggil Kanjeng Nabi dan Beliau dawuh (sabda) demikian; Hai perempuan,, Muji syukurlah kamu kepada Allah SWT, Sebab Ayahmu telah di terima semua amalnya dan di hapuskan dari semua dosa-dosanya,sebab baktimu pada suamimu ( di saat ditinggal bepergian oleh suamimu kau tetap menjaga amanahnya dan berbakti pada suamimu).
4). Jika ada tamu laki-laki dan bukan muhrimnya, Istri tidak boleh menemuinya (sendirian) kecuali ada wakil darinya (muhrimnya) untuk mewakili menemui tamu tersebut.
~ Dikhawatirkan ketika ada tamu laki-laki yang bukan muhrim, dalam keadaan seorang istri sendirian di dalam rumah maka akan mengakibatkan fitnah (meskipun tidak melakukan hal-hal tercela)
5). Bila berbicara apapun pada suami harus dengan sopan (andab ashor) dan lemah lembut yang bisa
 menarik hati suami.
6). Jangan sampai memasang wajah cemberut di depan suaminya, jadi harus dengan wajah yang berseri dan
penuh senyum didepan suaminya (sumeh).
7). Jika dipanggil oleh suaminya istri harus menjawab dengan segera, dan dengan jawaban yang lembut “dalem”
8). Ketika di beri hadiah oleh suami berbentuk apapun, trimalah dengan kedua tangan dan dengan expresi yang menarik (manja).
9). Ketika dibelikan apa saja oleh suami, jangan sampai mencela pemberiannya apalagi dengan wajah yang tidak suka dan tak menghargai pemberiannya.
10). Semua rahasia antara suami dan istri atau dengan orang lain (yang itu adalah rahasia) harus di simpan dengan rapat.
11). Ketika seorang suami mau bepergian atau pulang dari bepergian, Istri di biasakanlah untuk bersalaman
dan mencium tangan suaminya, begitu juga supaya istri mengantar suaminya sampai ke depan pintu, juga ketika suaminya pulang dari sholat jum’at istri di biasakan untuk bersalaman.
12). Jika seorang suami ketiduran dalam keadaan lupa bahwa dia belum sholat, supaya dibangunkan dengan
tutur kata yang halus. Begitu juga ketika suami lupa dengan janji-janjinya atau lupa dalam hal apa saja.
13). Ketika makan di usakan untuk bersama-sama. Bila diantaranya (suami atau istri) lupa tidak membaca “ Bissmillahirrohmanirrokhim” supaya di ingatkan, apabila ingatnya di tengah-tengah sedang menyantap makanannya supaya di tambah dengan “Bismillahirrohmanirrokhim awwaluhu wa akhirohu” .
14). Apabila suami sedang makan kemudian tidak habis (sisa), dianjurkan si istri untuk menghabiskan.
15). Bila ada nasi yang berceceran, di anjurkan untuk di ambil kemudian di makan. Siapa tau itu sebenarnya yang membawa berkah.
16). Pakaian seorang suami sesungguhnya bukanlah kewajiban seorang istri untuk mencucinya. Tetapi apabila tidak ada atau suami tidak punya waktu untuk mencuci sendiri karena kesibukannya maka lebih baik istrilah yang mencucikan pakaian suaminya.
17). Jangan sampai seorang istri itu membantah pada suami, bila ada ketidak sanggupan tidak berkenan ataupun kesalahan pada perintah suami ingatkanlah dengan baik-baik musyawarah yang baik dan dengan di sertai tutur kata yang halus dan lembut.
18). Bila suaminya kedatangan tamu dan si suami ada di rumah, maka istri cepat-cepatlah keluarkan apa-apa yang ada dirumah (hidangan/jamuan) untuk segera di suguhkan.
19). Supaya bersih, rapi dan rajin mengatur dapur, kamar badan juga pakaian (istri).20). Tidak usah untuk meminta di belikan pakaian pada suami, tetapi lebih utama untuk menunggu di belikan oleh suami.
21). Pangkat, dunia atau kelebihan dari suaminya jangan di ceritakan kepada orang lain.
 
22). Jangan membanding-bandingkan suaminya dengan suami tetangga ataupun dengan orang lain. (mengunggulkan orang lain melebihkan orang lain di depan suami).
23). Jangan sampai seorang istri memerintah suami, menyuruh pada suami yang suami tidak berkenan untuk melakukannya atau menyuruh yang tidak pantas untuk di kerjakan oleh laki-laki.
24). Seorang istri tidak baik apabila bersikap terlalu royal (boros) juga tidak baik terlalu pelit (sedang-sedang saja).
Tidak perlu royal karena siapa sih yang mau menilai dari kotoran yang dia keluarkan?, mau makan dengan lauk gule atau tempe gembus, keluarnya juga sama saja .
25). Jangan sampai menyembunyikan makanan, atau apapun yang itu adalah hak seorang suami.
26). Apabila dalam berumah tangga, suami dan istri sedang cekcok (bertengkar) jangan sampai pertengkaran mereka di dengar oleh anak-anaknya.
~ Ini yang sering terjadi pada kebanyakan keluarga, bertengkar hebat dan di liat oleh anak-anaknya di dengarkan oleh anak-anaknya . yang demikian sebenarnya merusak metal anak-anak dan tidak mendidik, akhirnya anak-anak tidak tau bagaimana cara menghargai dan menghormati ke dua Orang Tuanya. Bila sudah demikian seorang anak tidak bisa menghargai dan menghormati kedua Orang Tuanya sendiri trus bagaimana bisa dia (anak) bisa menghargai dan mengormati dirinya sendiri terlebih kepada orang lain.
27). Seorang istri jangan sampai terbiasa hutang, kecuali bila dalam keadaan dhorurot (terpaksa sekali) itupun atas seizin suaminya.
 28). Lebih utama seorang istri dalam melaksanakan sholat fardhu berjama’ah (menjadi makmum suami) sebab sholat berjama’ah itu menyimpan begitu banyak berkah dan pahala.
29). Seorang istri tidak boleh melakukan sodaqoh sunnah kecuali atas izin dari suaminya, namun bila zakat wajib itu harus memaksa apalagi bila suaminya lupa tidak menunaikannya istri wajib untuk mengingatkannya.
30). Bila sedang bermusyawarah, ketika suami sedang bicara meskipun bicaranya tidak lancar (karna belum terbiasa) seorang istri tidak boleh memotong pembicaraan suaminya.
31). Saat bersikap dengan keluarga (family), bapak dan ibu dari suami dalam bersikap harus disamakan dengan ketika dia bersikap pada keluarganya (family) bapak ibunnya sendiri.
32). Seorang istri tidak boleh melaksanakan puasa sunnah kecuali atas izin dari suaminya, kecuali bila puasa wajib itu boleh memaksa meskipun suami tidak mengizinkan.
33). Tidak boleh berdandan kecuali hanya untuk menyenangkan (membahagiakan) suaminya, khususnya ketika sedang makan bersama.
34). Seorang istri supaya bisa untuk membedakan masakan apa yang pas untuk di makan ketika sedang musim dingin atau musim panas, dan masakan yang menjadi kesukaan suami.
35). Jangan menolak ketika suami memanggil apalagi ketika suami menginginkan untuk berkumpul (jimak/bercumbu).
Tambahan; Ketika seseorang (laki-laki dan perempuan) memutuskan untuk berumah tangga keduanya harus mengerti tentang tugas dan kewajiban masing-masing (suami dan istri) , apa tugas sebagai istri dan apa tugas sebagai suami dengan demikian Insya-Allah akan lebih kokoh pondasi berumah tangga.
                Suami ataupun istri keduanya harus siap dengan hal-hal baru yang di jumpai pada pasangannya entah itu kebaikan ataupun keburukan karna sejatinya tidak ada yang sempurna dalam diri manusia. Seperti siap untuk belajar mengenal pasangannya seumur hidup dengan ilmu Allah yang begitu luas.

:D

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Izinkan aku mencintaimu karena Allah, Ketika dirimu resah dalam menanti kehadiranku..
Berdoalah pada Allah dan mintalah hanya pada-Nya..
Dan berusahalah karena ku hanya insan tiada upaya.
Dan Allah pemilik nyawaku,memohonlah pada Dia yang hak..
Milikilah hatiku dengan izin Allah dan milikilah cintaku karena agama-Nya dan miliki jiwaku karena-Nya..
Sekiranya dirimu tlah siap maka dapatilah aku karena-Nya..
Dan akupun tetap menantimu diatas sajadah cinta-Nya..
Jadilah selalu kau imamku yang dapat mengajarkanku mengorbankanku seluruh hidupku, jiwa dan hartaku untuk kepentingan, dakwah dijalan Allah..
Jadilah selalu kau imamku yang dapat mengajarku rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya bersama suami tercinta..
Jadilah selalu kau imamku yang dapat mengajarkanku untuk selalu menjaga kehormatan diriku dan taat beribadah kepada-Nya..
Jadilah selalu kau imamku yang dapat mengajarkanku menyediakan tempat tertinggi dalam hatiku rasa cinta kepada Allah dan Rasul diatas kecintaanku pada suami..
Jadilah selalu kau imamku yang dapat membimbingku untuk selalu berjalan diatas jalan-Nya..
Jadilah selalu kau imamku yang akan selalu mengingatkanku untuk selalu mengingat-Nya..
Jadilah selalu kau imamku yang akan selalu mengajarkanku kebesaran cinta kepada-Nya..
Aku sangat berharap Allah berkenan pelihara perasaan ini,.
Perasaanmu untukku dan perasaanmu untukmu..
Sampai tiba waktunya kita ditakdirkan bersatu dalam jalinan yang diridhoi-Nya… Aamiin Ya Robbal Allamiin..

Tipe pangeranku:





*      Agama yang pasti nya sih seiman, beragama islam, rajin sholat, rajin ngaji, dia bisa megimami tahlil hehe maklumlah kan anak ketua yasinan. Dan nilai plus lagi klo bisa itu yang bisa ngajar ngaji karena jadi penerus ibu bapak yang guru ngaji dan punya musholla.
*      Dia bersikap dewasa, tegas dalam mengambil keputusan karena pada rumah tangga itu pemimpin harus mempertanggung jawabkan istri dan anak kelak. Jadi panutan, pembimbingku, menjaga kehormatan keluarga dll. Menyikapi masalah dengan tegas tetapi bisa diajak bermusyawarah dalam menghadapi masalah apapun dengan keluarga kecilnya, sehingga tidak bisa terdengar oleh kluarga besar maupun keluarga lain.
*      Soal pekerjaan, hmmm dia yang bisa menjanjikan aku kesejahteraan dalam berumah tangga. Bukan yang hanya mengandalkan kekayaan orang tua, tetapi dia yang bersikap mandiri, dan menghargai usaha2 kecil dilakukan oleh semua orang (tidak menyombongkan diri oleh usahanya).
*      Sayang sama keluarga kecilnya dan keluarga mertua.
*      Berjiwa seorang pemimpin karena dia adalah pemimpin rumah tangga
*      Dia mau merawat orangtuaku bersamaku di rumahku, karena ibuku tidak akan terlepas dariku, beliau sakit dan membutuhkan aku tuk tetap stay di rumah.
*      Bapak juga butuh teman untuk ngobrol saling sharing tentang usaha, klo bisa sih dia bisa friendly dengan bapak J
*      Romantis
*      Next, soal penampilan. Jangan style preman, sederhana saja gak perlu pkek kalung, anting. Aku lebih suka dia yang menjaga kerapian. Yang bisa bikin klepek-klepek nih orang yang ganteng menurutku pakek sarung, baju koko, pkai peci pergi kemasjid wehhhh adem ngeliatnya... tpi ya lihat sikon juga klo keluar jalan2 ke wisata masak pkek sarung haduh… yang bisa menyesuaikan keadaan aja penampilannya. Tapi rapi yah…
*      Tentang ilmu, dia lebih tau agama dari pada aku. Dan mengamalkan pada kesehariannya
*      Ganteng, yang satu ini relative, mungkin menurut orang jelek tapi bisa saja menurutku ganteng karena kesopanannya, ilmunya, kasih sayangnya kepadaku.
*      Dia sabar mendampingiku
*      Dia adalah salah satu orang yang ada disekitarku dikala aku senang maupun sedih
*      Mengamalkan amalan sunnah karena ibu itu paling suka n pengen punya mantu yang bisa mendidikku untuk mengamalkan yang sunnah, seperti sholat rowatib, puasa sunnah dll. Asal tau saja ibu itu paling kuat sholat sunnahnya, kalau bapak paling kuat puasa sunnahnya.

04 Nopember 2014



Dear: Diary
Di malam yang sesunyi ini entah apa yang ku rasakan, hati seakan-akan sakit yang disebabkan merindu pada sosok yang tak tau dimana dan siapa, aku rindu. Ketika mau tidur terbayang seseorang yang tiba-tiba membelai rambutku terus setiap waktu hingga aku terlelap di bahunya.
Allah, begitu menyakitkan cinta sendirian ini tapi aku yakin kau menepati janji pada hambamu ini, orang baik akan mendapatkan orang yang baik pula, aku rindu ya Allah…. Dekatkan hamba dengan seseorang yang sedang kau rahasiakan itu, yang Kau tulis namanya di Lauhul mahfudz bersamaku, kau takdirkan dia membimbingku, menemaniku dikala suka maupun duka, mengarungi bahrtera rumah tangga yang aku impikan, yang menciptakan suasana yang sakinah mawadah warohmah.
Untukmu calon imamku, aku ingin menghubungimu, tapi ku hanya bisa menghubungimu lewat bait do’aku yang kutujukan untukmu. Smoga kau slalu dilindungi olehnya, di berikan kesabaran dalam ikhtiar, dan semoga di sejahterakan kehidupannya. Habibi… meskipun kau tak ada disampingku, tapi aku merasakan kau ada disini menemani hari-hariku hingga aku tak merasa kesepian dan keyakinanku pasti kau akan segera datang untuk menjemputku menjadi bidadari bagimu, menjadi bunda bagi anak-anak ku dan kamu yang berarti anak kita, dan akan tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah. Janjiku ketika kita telah di karuniai seorang amanah dari Allah aku akan memberikan dia pelajaran menjadi pribadi anak yang sholeh/sholehah. Aku akan selalu siap menjadi madrasah bagi amanah yang dititipkan oleh Allah untuk kita.
Jangan menyerah ya tuk selalu istiqomahkan hati tuk menjadi pribadi yang baik sebelum Allah mempertemukan kita di waktu yang sama dan tempat yang malaikat menjadi saksi atas ikatan suci pada pertemuan kita, yang siap mengarungi hidup bersama-bersama. J
 I will always love you ‘n always miss you my kosher lover.

@neng_uud
04 Nopember 2014