Menunggu
sering menjadi sesuatu yang membosankan, apalagi menunggu jodoh. Mungkin, hal
ini sering kita dengar dari orang-orang yang sudah mulai jenuh dengan
penantiannya. Jenuh dalam penantian panjang yang yang tidak tau sampai kapan
mereka perjuangkan. Pada sebuah titik mereka pasrah dan berkata “kalau memang
jodoh, nanti juga datang sendiri”.
“(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat
Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS.
Ar-Ra’d: 28)
Yuk mulai
menggelar sajadah, meminta ampun pada Allah. Simpan kembali rasa cinta ini di
tempat yang benar. Pantaskan diri dulu di hadapan-Nya, sebelum bertemu dengan
jodoh yang telah ditetapakan Allah untuk kita. Penyempurna agama kita. Pasangan
di sela-sela jemari kita.
“cinta
tidak mengharapkan imbalan dan upah dari pasangannya. Sejatinya, cinta adalah
dia yang mau berkorban untukku, dan aku yang tanpa sadar rela berkorban
untuknya, bukan yang menuntut sebuah pengorbanan.”
Jodoh,
rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir
kedunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu
sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita,
tutupi kekurangan kita dengan kebaikan.
Sabarlah
teman, kadang, hati kita berkata ingin, tapi llah berkata “tunggu” saat semua
terasa membosankan, sebenarnya Allah sedang menyuruh kita untuk terus
melangkan. Putus asa hanya memuang waktu. Semua yang Allah berikan adalah yang
terbaik untuk kita. Pantaskan diri dulu, agar kita pantas untuk dirinya.
Jangan
pernah berangan-angan, karena tak ada yang lebih hebat dalam mengendalikan kita
selain angan-angan kalau memang ingin menikahi, langsung aksi! Jangan hanya
sekedar kata yang kita buang percuma. Karena, keseriusan bukanlah sesuatu yang
di perjual belikan dengan janji manis namun tanpa makna. Kalau kita sudah
terlanjur berucap ingin menikahinya, namun rasa dihati masih bercampur nafsu,
lebih baik pending dulu. Kalau jodoh tak akan kemana kan?
“Sejauh mana
kita memperbaiki kualitas, dia yang dijanjikan Allah untuk kita pasti juga
sedang melakukan hal yang sama. Sama halnya kalau kita tidak berhenti dari
maksiat, maka dia pasti juga sedang melakukan perbuatan yang sama.
Ayo
berhijrah! Berlari menuju ridha Allah. Cinta bukan untuk di miliki, namun untuk
di salurkan pada yang telah Allah pilihkan untuk kita. Jodohmu adalah cermin
dirimu. So berlarilah untuk menyambut cinta yang diwujudkan pada ikhtiar dengan
perbaiki diri tanpa henti. InshaAllah, dia juga tengah melakukan hal yang sama
seperti yang sedang kita lakukan.”
“ada tiga
perkara yang tidak boleh dilambatklan yaitu sholat apabila waktunya telah tiba,
jenazah apabila sudah datang, dan seorang perempuan apabila sudah di dapat
(jodohnya) yang cocok.” (HR. Tirmidzi)
Ini yang
sering menjadi pertanyaan para jomblo. Apa bisa dengan cara berdo’a saja dan
menunggu di depan pintu rumah jodoh kita datang dan langsung meminta izin
kepada orang tua kita? Nggak akan bisa! Jodoh itu mesti dicari, karena jodoh
termasuk rezeki yang diberika oleh Allah. Mencarinya juga harus dengan cara
yang baik, sesuai syari’at. Sama saja seperti mencari nafkah, jodoh juga harus
di jemput.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar