Minggu, 10 Agustus 2014

QUOT'S @tausiyahku



Menunggu sering menjadi sesuatu yang membosankan, apalagi menunggu jodoh. Mungkin, hal ini sering kita dengar dari orang-orang yang sudah mulai jenuh dengan penantiannya. Jenuh dalam penantian panjang yang yang tidak tau sampai kapan mereka perjuangkan. Pada sebuah titik mereka pasrah dan berkata “kalau memang jodoh, nanti juga datang sendiri”.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Yuk mulai menggelar sajadah, meminta ampun pada Allah. Simpan kembali rasa cinta ini di tempat yang benar. Pantaskan diri dulu di hadapan-Nya, sebelum bertemu dengan jodoh yang telah ditetapakan Allah untuk kita. Penyempurna agama kita. Pasangan di sela-sela jemari kita.

“cinta tidak mengharapkan imbalan dan upah dari pasangannya. Sejatinya, cinta adalah dia yang mau berkorban untukku, dan aku yang tanpa sadar rela berkorban untuknya, bukan yang menuntut sebuah pengorbanan.”

Jodoh, rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir kedunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita, tutupi kekurangan kita dengan kebaikan.

Sabarlah teman, kadang, hati kita berkata ingin, tapi llah berkata “tunggu” saat semua terasa membosankan, sebenarnya Allah sedang menyuruh kita untuk terus melangkan. Putus asa hanya memuang waktu. Semua yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk kita. Pantaskan diri dulu, agar kita pantas untuk dirinya.

Jangan pernah berangan-angan, karena tak ada yang lebih hebat dalam mengendalikan kita selain angan-angan kalau memang ingin menikahi, langsung aksi! Jangan hanya sekedar kata yang kita buang percuma. Karena, keseriusan bukanlah sesuatu yang di perjual belikan dengan janji manis namun tanpa makna. Kalau kita sudah terlanjur berucap ingin menikahinya, namun rasa dihati masih bercampur nafsu, lebih baik pending dulu. Kalau jodoh tak akan kemana kan?

“Sejauh mana kita memperbaiki kualitas, dia yang dijanjikan Allah untuk kita pasti juga sedang melakukan hal yang sama. Sama halnya kalau kita tidak berhenti dari maksiat, maka dia pasti juga sedang melakukan perbuatan yang sama.
Ayo berhijrah! Berlari menuju ridha Allah. Cinta bukan untuk di miliki, namun untuk di salurkan pada yang telah Allah pilihkan untuk kita. Jodohmu adalah cermin dirimu. So berlarilah untuk menyambut cinta yang diwujudkan pada ikhtiar dengan perbaiki diri tanpa henti. InshaAllah, dia juga tengah melakukan hal yang sama seperti yang sedang kita lakukan.”

“ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatklan yaitu sholat apabila waktunya telah tiba, jenazah apabila sudah datang, dan seorang perempuan apabila sudah di dapat (jodohnya) yang cocok.” (HR. Tirmidzi)
Ini yang sering menjadi pertanyaan para jomblo. Apa bisa dengan cara berdo’a saja dan menunggu di depan pintu rumah jodoh kita datang dan langsung meminta izin kepada orang tua kita? Nggak akan bisa! Jodoh itu mesti dicari, karena jodoh termasuk rezeki yang diberika oleh Allah. Mencarinya juga harus dengan cara yang baik, sesuai syari’at. Sama saja seperti mencari nafkah, jodoh juga harus di jemput.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar