Assalamualaikum
wr wb
Sendiri menyepi,
di dalam kesepian itu ada keindahan, kerapuhan yang sangat mendalam dan
beribu-ribu rasa yang digenggam.
Dalam sepi aku
menikmati dengan mengenang masa kecilku. Disaat semua terasa menyenangkan, tak
mengerti akan pahitnya
kehidupan yang terasa sekarang, dengan mengenang masa remajaku. Disaat cinta
pertamaku bersemi meski kini telah berlalu.
Ku nikmati sepiku
dengan menghitung hari-hari yang telah ku lewati dengan mengingat kasihNya,
agar aku semakin mengenalNya.
Ku nikmati sepiku
tuk merenugkan pengorbananNya agar aku tak melupakanNya, saat semua terasa
indah, agar aku tak meninggalkanNya saat semua terasa sulit.
Dari sinilah, dari
kesepian indah ini aku menuliskan kisahku, secuil dari pengalaman dan realita yang
aku alami dimasa kecil sampai saat ini. To the poin aja dech.
Hellooooww…… aku
UUD aku terlahir dikelurga yang sederhana aku punya orang tua yang
masih lengkap, aku 2 bersaudara dan aku punya 2 kakak tiri namanya Rohman &
Rudi, saudara kandungku namanya Lya (she is my bloved sister).
Waktu aku 5 SD,
kok Rudi, Nikmah dan kok Rohman ada dipondok, aku gak begitu akrab sama mereka,
tapi klo ketmu ya… bercanda bareng. Ibu punya penyakit darah tinggi hingga
menjalar ke saraf mata dan kandungan gula dalam tubuh itu juga naik ke mata,
ketika ibu banyak pikiran pada saat 4 kelas 6SD, fungsi mata yang sebelah kiri
di operasi aku tak tau kalau ibu, ada dirumah sakit untuk operasi yang aku tau
pagi hari beliau, menyiapkan makanan untukku. Lalu disuruh sekolah, ketika
berpamitan berangkat sekolah dengan salah satu temenku yang juga santri ibuku
(Oups lupa…. Ibuku adalah seorang guru ngaji anak-anak cewek di desaku), ibu
berkata padaku “dungakne ibu mugo-mugo selamat lan waras mripate ibuk nak”.
”ammiiiin…..” itu yang aku ucapkan lalu pergi meninggalkan ibuk untuk pergi
kesekolah tak lupa pamitan sama bapak yang mau kesawah dengan riangnya aku
pergi kesekolah, seelah terik mata hari berada ditengah-tengah aku pulang dan
tak da siapapun dirumah, lalu aku main dengan teman-teman, waktu sore hari aku
pulang untuk mengaji diTPQ ibu sudah pulang dengan keadaan mata diperban, aku
Tanya pada pak Dhe dengan polosnya “ Pak Dhe ibuk nopo’o?”, Pak Dhe menjawab
“mari oprasi nak, dadio arek seng patuh karo wong tuo yoo….” Itu kata yang terucap pada saat itu…..
Lulus SD aku
didaftarkan disalah satu sekolah madrasah Tsanawiyah deket rumah, dengan
pakaian yang sangat sederhana sisa baju Tsanawiyah yang dulu Mbak Lya pakai,
tak pandang model ataupun warna putih yang telah hamper menguning, tetap P-DE
berangkat sekolah asalkan rapi, HEHEHE….
Pada waktu inilah
aku hidup dengan diajari mandiri, kak rohman, mbak lya, dikirim kepondok. Jadi
dirumah aku bersama ortu ku, biasanya rame dengan pertengkaran aku dan mbak…
sekarang tak da…..
Setelah 1 tahun
kemudian, mata ibu sudah tak berfungsi lagi dengan segala ikhtiar dicoba… tetap tak ada hasil Cuma ada efek sebentar yang hanya menenangkan pikiran.
Lama kelamaan
merambat ke mata yang satunya… ibuku menjadi buta. Tak bisa melihat apa-apa, aku dan semua
keluargaku hanya bisa bersabar untuk ngerawat ibu :’(
Aktifitasku
berubah, nyapu, masak, nyiapin makanan untuk ibu, lalu berangkat sekolah sampek
sore, lalu malam ngaji dimushola yang keluargaku punya, ibu masih tetap ngajar
Alqur’an pada santri soalnya
ibu punya kemampuan
tuk mengetahui makhroj dan tata bahasa dari pelajaran bahasa arab yang telah
ibu pelajari di pondok semasa muda,
aku tetap bantu mengajar iqro’ pada santri yang kecil2 mulai magrib-isya’, malam untuk belajar.
Kelas 3 MTs aku
dikenalkan computer, tapi tak berjalan lama Cuma 1 bulan, selama 1 bulan itu aku punya pengalaman yang
membuatku harus lebih baik dari sebelumnya karna di ejek oleh guru computer
bahwa aku gak akan bisa mengoprasikan komputer, hingga karna kata2 itu aku
punya semangat untuk membuktikan kalau aku bisa!. dari situ aku mulai suka dengan yang berbau tekhnologi, apa lagi
kakak Rohman dan mbak Lya bisa mengoprasikan computer tentunya. Aku tak mau
kalah dengan mereka, ibu bapak yang selalu memuji mereka yang sudah bisa
mandiri, ngajar,membiayai kuliah sendiri, makin memicu diriku untuk lebih baik
dari mereka. Setelah kabar kelulusan , keluar, aku dipanggil Ustadzah yang
mengajar ku TPQ ternyata aku disuruh bantu mengajar disana. Alhamdulillah aku bisa
bantu meringankan beban orang tua dengan tidak minta uang saku dari hasil mengajarku di TPQ.
Setelah aku lulus
MTs, aku sekolah diMadrasah Aliyah yang dulu pernah ditempati mbak Lya, kelas 1
MA aku masih pendiem, gak mudah bergaul apalagi mengenal cowok, aku punya
sahabat baru disini namanya Yeni dia pinter fisika, kimia, mtk. Hobi banget
sama hitung-hitungan, dia baik, kemana-mana selalu sama dia disekolah. Pokok’e
dia itu sahabatku yang paling baik weeezz, terus di MA ini ada kabar tentang
les computer tapi malem, aku mulai resah gak dibolehin tuk les tapi
Alhamdulillah boleh 1 minggu masuk 2x, itupun aku gak ngajar dimushola selama 2
hari karena waktunya sama, les ini memakai uangku sendiri terkadang ibu juga
bantu. Ketika kelas 2, mbak Lya lulus kuliyah dan berhenti mondok, pulang
kerumah tuk mencari pekerjaan selama 1 tahun nganggur lalu ngajr awalnya di TK lalu pindah ngajar disekolahanku, ngajar bahasa
inggris di MA.WAHAS. Aku mulai
aktif, tidak suka diam ketika bergaul dengan temen-teman, aku mulai mengenal
orang yang ada disekitarku, bahkan gurupun bisa ku buat menjadi teman tapi
masih berada dalam batasan guru dan murid, mengenal internet juga dari kelas 2,
banyak pengalaman yang aku dapatkan,apalagi tentang komputerdan dunia maya,
dulu sich masih marak tuh yang namanya chattingan di Imrc lalu pindah ke
Accaunt facebook… lalu ku pasang nama dengan “Udea Imutz” asalnya sich nama itu
dari “uda” (nama asli) lalu aku kasih “e” jadi Udea deh,
-My Love Story-
Aku paling suka
cowok yang dewasa, mandiri, dan tidak suka mengeluh + tentunya agamanya juga
donk. Mulai mengenal sayang
sama cowok dan cowok suka sama aku tuh ya mulai kelas 3 Aliyah ini, aku kenal
sama cowok kerja disalah satu bank sekitar rumah ku, masih belum tau rasanya
sakit hati jadinya langsung jadian padahal baru kenal 1 bulan. Hmmmm…. Klo ku pikir2 dulu kok gampang banget
jatuhcinta -_-
Jadian mah, takut
mau neko-neko, nah..dia aku suruh mampir kerumah biar tau rumahku dan setelah
pulangnya ibu marah-marah gara-gara aku menceritakan soal pekerjaan dia yang
ada dibank, Huuhf!!!!! Gak setuju banget. Ya udaah, udahan setelah 1 bulan jadian, gara-gara aku gak
betah selalu dimarahin ibu, berhubungan sama dia, eeh… malah
guruku,ngedekitin aku lewat jejaring social facebook, ternyata ada yang
diem-diem suka sama aku disekolahan, tapi aku biasa ajjah menyikapinya soalnya
aku menganggap beliau adalah guruku,
guru yang paling baik.
Mbak menikah
dengan kepsek di yayasan yang sama, mulai dech ditinggal lagi, sepi lagi
seperti dahulu. Serumah Cuma 3 orang, setelah ditinggal Mbak yang ikut
suaminya, sekarang yang merawat ibu tiap hari Cuma aku, tapi Mbak bantu soal
kebutuhan setelah lulusan aku bingung mau kemana pengen banget langsung
nerusin. Aku mencoba ikut bidik misi disurabaya tapi apa daya ibu takut jika
keterima dan gak ada yang ngerawat, aku urungkan niatku, pengen daftar
diUniversitas gak boleh ternyata aku ditakdirkan diSekolah Tinggi Agama Islam
yang berada dikawasan yang tak jauh dari rumah, tapi lumayan perjalanan naik
bis 50menit. Sambil menunggu waktu OPSPEK tiba aku les computer program excel
yang menurutku rumit karena isinya rumus, paling males dech ngafalin rumus, aku
les diajak temenku, namanya Nuzul, dia baik banget, tapi les aku dianter jemput
sama dia. Ketika aku les, aku dikenalin sama cowok, dia smart dan
lumayanlaaah.. tapi Cuma temen deket doank, untuk shering tentang pengalaman ,
dia kuliyah di UNIBRA Malang,
terus aku juga… kenal sama cowok di Fb. Ternyata dia temen Nuzul, dia yang suka sama aku menaruh hati sampai
sekarang. Panggil ajjaa dengan “Ri” meskipun ada yang suka, hatiku masih belum
bisa menerima bukannya jual mahal tapi emang gak mau menyakiti
hatinya krna dy
baik, ketika aku
gak suka ya menolak, les ini Cuma 3 bulan, lalu aku masuk kuliyah.
Berangkat kuliyah
nunggu bis lama banget sampek banyak yang membuat aku risih
karena goda-godaan dari sekitar, nyampek dikampus punya banyak teman baru, dari
rumah aku gak punya temen, berangkat pun sendiri setelah dikampus, yaa cari
teman sebanyak-banyaknya. Aku kenal dengan NIKMAH dia itu anaknya pendiem,
cantik, manis pula, dia aku anggap sebagai sahabatku. Semester 1, aku fokus
sama kuliyah dan ngelesi. Semester 2 aku punya pengalaman Extream bagiku yaitu
aku deket sama cowok yang pekerjaannya itu MS dibali, tak ada bayangan kalau
aku akan kenal sama orang semacam itu. Awalnya aku kenal waktu aku pulang
kuliyah dia itu nunggu sambil maen PS dideket rumahku,.. awalnya aku cuek,
ternyata dia kenal sama temenku dan minta nomer Hp.
ketika ngelesi, hp ada sms
ternyata dari dia,lumaynlah dia menurutku pinter, pernah kuliyah gara-gara gak
punya biaya dia berhenti lalu bekerja, demi uang dia rela menjual diri jadi MS.
Sebelum itu aku sempat deket dengannya, dia asyik diajak bicara, sering ngasah
bahasa inggris kami, setelah aku dikabari temannya dan adiknya ternyata dia
bekerja seperti itu, aku berhati-hati dekat dengannya dan hubungan kami agak
renggang karena ada kesalah fahaman diantara kami, selisih pendapt.
Semester 3 aku
nggak ngebis lagi tapi ngekos deket kampus, tapi aku sering pulang soalnya ibu
membutuhkan aku. Cuma klo pas pulg kuliyah malem, aku nginep dikosan, kalau pulang sore pulang
kerumah, ngekos aku sering facebookan dengan kakak MTs aku dulu, dia tau kalau
aku masih sendiri lalu aku dikenalin sama salah satu temen kerjanya namanya Hadi wibawa, dia orangnya dewasa, mandiri, suka nabung, Hmmm… apalagi
yaah..pokoknya banyak dech kelebihannya, dia bisa menyikapiku dengan baik
dengan segala kemanja’anku dan sikapku yang kurang dewasa, kami mulai deket
lewat Sms, telvon, fb, lama-lama ketemuan. Dia jemput aku waktu pulang dari
kosan soalnya aku bawa banyak banget baju untuk ku bawa pulang, dia nawarin pulang
bareng, dia dari lumajang, masih ingat banget, Hari itu hari sabtu dan waktu
sholat ashar pula, aku berinisiatif untuk ketemu dimasjid aja sekalian sholat,
setelah saling ketemu kami berbincang-bincang sebentar lalu pulang bareng,
karena rumah kami 1 jalur, waktu sesampainya dirumah aku merasa aneh pada
diriku, ada rasa yang gak biasa 3 hari dari pertemuan itu gak da
kabar dari dia, dia sibuk dengan pkerjaannya,
tapi tetap menghubungiku diFb, aku seneng banget ternyata dia masih ingat aku,
aku suka dia karena kepribadiannya, lalu dia mengajakku ke papuma, mulai saat itu dia
sering memperhatikan aku, keadaanku, pokoknya perhatian banget daah,..lalu kami
jadian dibulan puasa. Aku memanggilnya dengan panggilan sayang bie (hubbie) dia
memanggilku “Ay” dibulan puasa kita saling mengingatkan sahur, buka, traweh,
ketika aku kesulitan mencari teman untuk belanja dia ngajak untuk membeli
keperluan hari raya bareng dibulan puasa. Padahal dia pulang kerja pasti capek
banget langsung jemput lalu shopping bareng, rasanya berat banget waktu pulang
dan berpisah dengannya. Selalu ku ingat waktu dia bat status diFb “masih terasa
capeknya, tapi aku seneng bisa membahagiakan Ay” itu kenangan yang paling indah
yang aku alami, kekecewaaan muncul
ketika hari raya tiba, perbedaan membuatku kecewa padahal kami pengen bertakbir
bersama, ternyata kami berbeda. Aku puasa lagi sedangkan dia berhari raya
dahulu, aku tak bisa menemaninya bertakbir, Ya Allah malam itu adalah malam
yang berisi tangisan bagiku, tangisan
yang tak bisa menerima kenyataan, perbedaan MU dan NU yang berselisih faham.
Tapi kami terus
memperkuat hubungan agar tidak mudah hancur dalam perbedaan, dalam jalinan ini
selama 7 bulan banyak kenangan tentang dia ketemu ortuku, keseriusannya dengan
ku, yang paling so sweet lagi sholat berjamaah berdua dimasjid, begitu
bahagianya diriku... pernah pas waktu dia mengajakku ke papuma lagi dia berkata bahwa dy akan ke
Bali untuk kerja dan dy ingin meminangku agar kita gk terpisah dan dy tenang
waktu jauh dariku karna sudah mengikatku tapi aku hanya bisa tersenyum dan aku
mengatakan “aku akan tetap setia meskipun gak kau ikat, karna aku sayang kmu.
Jika kita jodoh aku siap untuk kau pinang”. Tapi apalah daya Tuhan berkehendak
lain. Terakhir kami
bertemu, aku pengen jalan sama dia, lalu aku pegang Hpnya ternyata banyak
miscall dan ku buka itu dari “Eks……” Oh God… begitu terluka diriku, dan ku buka
lagi smsnya, sempat emosi ku buka sms yang bertulisan “sayang, kok gak pernah
kerumah ku lagi” “Cyank ada apa kog tadi miscall” dsb. Ku lihat tanggal dan
bulan trnyata itu sms selama dekat denganku,… ku Tanya tapi nggak jawab, pada
waktu kita terakhir ketemu , mulai berakhir hubunganku
dengan dia aku mengenal dengan sosok kakak untuk curhat, berbagi pengalaman,
berbagi senyuman, kesedihan jadi aku tidak merasa sendiri, tetapi kepercayaanku
pada sosok kakak itu ternyata disalah gunakan, dia seolah-olah memiliki
kehidupanku mengatur dll. Dia juga hampir
membuat persahabatan aku dengan nikmah bubar gara-gara fitnah dan adu domba dari
dia. Setelah aku dan nikmah tau yang sebenarnya akhirnya kami berusaha untuk
menjaga persahabatan dan setelah kejadian itu, muncul masalah baru ketika kami
sama-sama menyukai cowok yang sama kebetulan tipe kami sama, dia kakak kelas
kami dikampus pertama aku dekat dengannya karna My sister adalah pembimbingnya
waktu PPL, dia baik sama aku, sering berangkat kuliyah bareng ternyata dia memanfaatkan
aku untuk mendapatkan nilai lebih dari My sister lalu aku sering cerita tentang
sahabatku nikmah ke dia ternyata, setelah tau Nikmah lagi sendiri dia mulai
menjauh lalu mendekati nikmah, persahabatan kami akhirnya
ada masalah lagi, tapi aku bisa menerima itu semua dan mengikhlaskan untuk
sahabatku. Meskipun aku suka itu Cuma sekedar suka, tak lebih, aku mulai menganggap
dia kakak ku, kejadian itu waktu aku semester 4, dengan kesendirianku itu aku
menyibukkan diri dengan mengasah b.inggris ku, dengan cara mengikuti ELO
(English Learning Organisation) tapi itu tidak berlangsung lama. Huuhf!!!
Awal semester 4
itu aku naik sepeda sendiri kekampus sendirian. Alhamdulillah dibantu My sister
bisa beli sepeda motor, dengan dukungan keluarga aku gak boleh mengecewakan
mereka, hari kehari, bulan ke bulan, aku semester 5, masih saja dengan
kesendirianku itu, tapi meskipun sendiri aku tak merasa sepi ada keluarga,
sahabat, teman, mereka selalu ada buat aku, terkadang facebook menjadi temanku,
teman dunia maya bertemu orang-orang yang punya perbedaan sikap, sifat, prilaku
hingga bisa mewarnai hidupku, dengan mengenal mereka, aku punya kakak didunia
maya, sebagai teman curhat, ngobrol, bercanda dll. Seperti mas Erwan (R-One) dia itu paling nyambung kalo diajak bicara terkadang dia curhat
tentang pacarnya, terus aku mengenal jejaring social baru WapLog, kenal dengan
kak Aimin, dia orang Makasar pernah belajar diPare-keDiri yang kebetulan aku
pernah Study Tour disana. Dia sosok kakak yang mengajari aku tentang
pembelajaran b.inggris, juga bisa menjadi temen curhat, tapi gak terlalu sering
aku komunikasinya dengan mereka, karna punya kesibukan masing-masing. Seringnya
aku menikmati kesendirianku dengan tafakur,
merenungkan diri akan kehidupanku mencari solusi tentang
permasalahan-permasalahanku dikampus maupun dirumah. Terkadang memikirkan orang
yang dekat denganku yang berusaha untuk dekat dan Care tetapi dengan cara yang
salah, ada yang memanfaatkan kedekatan dengan ingin jadi pacar setelah aku
tolak lalu menghilang, ada yang sudah kelewatan perhatian padahal sudah punya
istri dan sebagainya.
Semester 6 aku
disibukkan dengan PPL.1 dan banyaknya tugas yang seminggu full harus maju tiap
hari karna kebetulan kelompok pertama Jtapi rasanya kesehatanku terforsir
untuk tugas-tugas ku, sering sakit demam gara-gara begadang untuk tugas, tapi
Alhamdulillah selesai dengan memuaskan tinggal PPL.1. waktu ppl aku berangkat
dari rumah seperti ada yang aneh, sama ibu ternyata ditengah perjalanan aku
kecelakaan terbawa Jib sampai ketengah jalan, mungkin aku kurang fokus atau
gimana yang jelas sepedaku parah dan aku menguatkan diri untuk
ujian ppl 1, tapi ditunda
seminggu kemudian, ada tugas lagi dari dosen yaitu makalah dan aku yang mengerjakan, mungkin aku kecapek’an atau memang dari
orang yang nabrak, dengan arah yang berlawanan aku terkena benturan sepeda motor
lalu kehilangan kendali, berjarak 1 bulan dari kecelakaan waktu ppl1. Mungkin
itu sudah nasibku setelah kecelakaan itu ada kakak senior yang menjengukku
malam-malam padahal aku gak pernah menerima tamu cowok waktu malem, seneng sih di jenguk tapi entahlah aku sekedar
suka bukan cinta karna aku rasa dy playboy jdi aku harus hati-hati. Aku tak
ingin cintaku tersakiti lagi... biarkan cinta ini tuk orang yang halal buat ku
cintai kelak J meskipun aku tak tau siapa dan dimana dy sekarang.
Akhirnya aku smester 7 inilah saat ku harus
mengemban tugas PPL 2 Yg harus langsung terjun kelapangan.. aku di tugaskan di
SMA Plus Bustanul Ulum Mlokorejo. Dsana itu lingkungan pondok jdi aku harus
mnyesuaikan ilmu pondok dengan ilmu yang aku punya. Dsana aku banyak kenangan
dari mreka muridku kls XI IPA 2 mreka putra semua karna aku ngajar di bagian
putra. Perpisahan di kasi jam tangan, gelang, gantungan kunci, sabun shinzui,
pemotong kuku, dan yg lebih gokil lagi sekotak kodok -_- jadi q memanggil mreka
my lovely frog student. Tugas PPL-2 berlangsung 47 hari dan setelah itu aku
ditugaskan KKN di senduro.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar